Berita  

Warga Keluhkan BBM Pertalite Rp20 Ribu Merata di Kios-Kios Pengecer Pusat Kota Kabupaten Melawi, Warga Desak Tim Satgas Pengendalian BBM Bertindak , Pemilik Kios : Kami Beli Dari Para Pengantri SPBU Sudah 18Rb/Ltr

Oplus_0
banner 468x60

 

MELAWI Kalbar,Kalbar.wartaNewstv.com—

Persoalan harga BBM jenis Pertalite di tingkat pengecer akhir-akhir ini menjadi sorotan tajam masyarakat Kabupaten Melawi.Warga mengeluhkan tingginya harga BBM Pertalite bersuabsidi yang disebut-sebut sampai hari ini masih mencapai **Rp20 ribu per liter di sejumlah kios pengecer yang tersebar di kawasan pusat kota Melawi**.

Menurut keluhan warga, harga tersebut bukan hanya ditemukan pada satu kios, melainkan disebut relatif merata di sejumlah titik penjualan eceran.Kondisi tersebut membuat masyarakat mempertanyakan pengawasan pemerintah, terhadap harga BBM di tingkat pengecer.

Padahal, sebelumnya telah ada imbauan atau surat edaran dari Bupati Melawi No.32 tahun 2026 tentang upaya pengendalian ketersediaan,penyaluran dan kewajaran harga bahan bakar minyak (BBM) dalam situasi musim kemarau.Dalam surat edaran tersebut pemda melawi menetapkan kewajaran harga BBM jenis pertalit dengan batas harga maksimal 15rb/ltr.Ketentuan tersebut ditujukan kepada para pelaku usaha yang melakukan penjualan BBM agar tetap memperhatikan.kewajaran dan keterjangkauan harga.

Namun fakta dilapangan sampai hari ini harga Pertalite di kios-kios pengecer masih Rp20 ribu per liter. Di pusat kota kabupaten melawi hampir merata harganya seperti itu.Kami berharap tim Satgas pengendalian BBM turun langsung mengecek kios-kios kondisi di lapangan,”ucap

seorang warga yang namanya enggan disebutkan, kepada wartawan
Selasa,15/09/26.(Malam)

Warga juga mempertanyakan efektivitas imbauan Bupati Melawi, sejauh mana imbauan pemerintah daerah tersebut telah diterapkan oleh para pengecer.

Sementara itu pemilik kios yang ada di jalan provinsi depan simpang RSUD melawi menyampaikan,bahwa kami menjual harga 20rb / ltr ,mengingat kami membeli dari para pengantri dari SPBU sudah 18rb bang,boleh tanya mereka sebelah bang”,ucapnya.

Masyarakat menilai, apabila imbauan telah disampaikan, seharusnya terdapat pengawasan dan langkah nyata, untuk memastikan ketentuan tersebut dipatuhi. Kami juga tentunya berharap imbauan Bupati Melawi tidak hanya berhenti sebagai imbauan. Kalau memang ada aturan mengenai harga atau tata cara penjualan BBM eceran, harus ada pengawasan yang jelas,” ucapnya.

Menurut warga, harga Rp20 ribu per liter sangat-sangat cukup memberatkan,terutama bagi masyarakat yang setiap hari menggunakan kendaraan untuk bekerja.

Hampir merata di pusat kota Kabupaten Melawi.Keluhan mengenai harga BBM Pertalite Rp20 ribu per liter disebut warga terjadi di berbagai kios pengecer di kawasan pusat kota Melawi.

Memang kondisi tersebut dinilai perlu segera mendapat perhatian dari Tim Satgas pengendalian BBM Kabupaten Melawi bersama instansi terkait. Warga juga meminta dilakukan pengecekan langsung,bahkan melakukan penyegelan serta penertiban untuk memastikan harga jual dan mekanisme penjualan BBM di lapangan.

Memang hampir semua kios menjual Rp20 ribu, tentu kami ingin tahu apakah itu memang diperbolehkan atau tidak.Pemerintah harus memberikan penjelasan yang jelas kepada masyarakat,”tegas
warga lainnya.(Musa)

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *