Pembangunan sumur bor ini merupakan langkah konkret untuk membantu masyarakat mengatasi keterbatasan sumber air, terutama saat musim kemarau yang berpotensi menyebabkan kekeringan dan meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Keberadaan sumur bor tersebut diharapkan dapat menjadi sumber air alternatif bagi masyarakat, sekaligus mendukung upaya pembasahan lahan dan penanganan awal apabila terjadi kebakaran. Pemanfaatannya akan disesuaikan dengan ketersediaan serta kapasitas sumber air yang ada.
Wilayah yang mengalami kekeringan membutuhkan perhatian dan kesiapsiagaan bersama. Oleh karena itu, penyediaan sarana sumber air menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung pencegahan karhutla, khususnya di daerah rawan kebakaran yang memiliki keterbatasan akses terhadap sumber air.
Melalui pembangunan sumur bor ini, Dandim 1206/Putussibau Letkol Arm Andreas Prabowo Putro, S.I.Pem., M.I.P., M.Han., terus mendorong upaya yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman karhutla.
Selain menyediakan sarana air, upaya tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan serta menggunakan sumber air secara bijak.
Dandim 1206/Putussibau menegaskan bahwa pencegahan karhutla tidak hanya bergantung pada ketersediaan sarana dan prasarana, tetapi juga membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.
“Selain pembangunan sarana air, kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya karhutla. Terlebih saat musim kemarau, api dapat dengan mudah meluas dan menimbulkan dampak terhadap lingkungan, kesehatan, serta aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Minggu,18/10/10/26.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, serta segera melaporkan kepada pihak terkait apabila ditemukan titik api di wilayah masing-masing.
“Dengan adanya pembangunan sumur bor di Desa Benuis, diharapkan ketersediaan sumber air dapat membantu mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dalam menghadapi kondisi kekeringan,” tutup Dandim.
(red)











