Berita  

Aktivitas PETI Gunakan Excavator, Merajalela di Malenggang Sekayam Sanggau, Sungai Saeh Berubah Jadi Lumpur, Kapolsek AKP Dr. Sutikno, S.Sos., M.AP : Pelaku Telah di Polres

Oplus_131072
banner 468x60

 

*SANGGAU, KALBAR , Kalbar.wartanewstv.com—* Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di RT 08, Dusun Malenggang, Desa Malenggang, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, kian meresahkan masyarakat. Kegiatan penambangan yang diduga berlangsung cukup lama tersebut dilakukan secara terbuka dengan menggunakan sejumlah alat berat untuk mengeruk tanah dalam skala besar.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sedikitnya tiga unit excavator terlihat beroperasi. Dua unit di antaranya bermerek Caterpillar, sedangkan satu unit lainnya merupakan Hitachi PC 200. Aktivitas tersebut diduga telah menyebabkan kerusakan lingkungan yang cukup luas serta berdampak terhadap kondisi aliran Sungai Saeh.

Sejumlah warga setempat mengaku prihatin atas kondisi lingkungan yang semakin memprihatinkan. Sungai yang sebelumnya menjadi tempat masyarakat beraktivitas sehari-hari kini disebut mengalami perubahan kondisi air yang keruh dan berlumpur.

“Kami sangat prihatin melihat kerusakan lingkungan yang semakin masif. Coba lihat Sungai Saeh sekarang, warga sudah tidak bisa lagi beraktivitas seperti mandi maupun mencuci, sebab yang mengalir bukan lagi air jernih, melainkan lumpur,” keluh

seorang warga kepada wartawan,
Senin,19/10/2026.

Menurut warga, jejak pengerukan tanah yang terlihat di sekitar lokasi mengindikasikan bahwa aktivitas tersebut diduga telah berlangsung dalam kurun waktu yang cukup lama. Masyarakat pun mempertanyakan pengawasan dan penindakan terhadap kegiatan pertambangan yang diduga tidak mengantongi izin tersebut.

### Kapolsek Sekayam: Pelaku Telah di Polres

Sementara itu, Kapolsek Sekayam, AKP Dr. Sutikno, S.Sos., M.AP., saat dikonfirmasi wartawan mengenai aktivitas PETI tersebut, memberikan jawaban singkat.

“Pelaku telah di Polres, Bang,” jawabnya, kepada Kalbar.wartanewstv.com
Selasa,20/10/26.(malam)

Pernyataan tersebut menjadi perhatian masyarakat yang berharap adanya penanganan lebih lanjut terhadap aktivitas penambangan emas ilegal di wilayah Kecamatan Sekayam. Namun, perkembangan penanganan perkara, identitas pihak yang diamankan, serta status hukum pihak-pihak yang diduga terlibat masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak kepolisian.

### Warga Berharap Kapolda Kalbar Turun Tangan

Masyarakat berharap Kapolda Kalimantan Barat memberikan perhatian serius terhadap dugaan aktivitas PETI yang menggunakan alat berat di wilayah Kabupaten Sanggau tersebut.

Warga juga meminta aparat penegak hukum (APH) terkait meningkatkan pengawasan serta mengambil langkah tegas, apabila ditemukan pelanggaran hukum. Harapan itu disampaikan agar kerusakan lingkungan tidak semakin, meluas dan masyarakat dapat kembali memanfaatkan, sungai saeh untuk kebutuhan sehari-hari.

“Kami sangat berharap Kapolda Kalbar mendengarkan keluhan ini dan langsung memerintahkan jajarannya untuk segera melakukan tindakan tegas,” tutup warga.

Masyarakat menegaskan bahwa penanganan yang transparan dan konsisten sangat dibutuhkan, untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum sekaligus, mencegah kerusakan lingkungan yang lebih parah.

Hingga berita ini diterbitkan, informasi lebih lanjut mengenai tindak lanjut penanganan aktivitas PETI tersebut,termasuk langkah pemulihan lingkungan Sungai Saeh, masih perlu dikonfirmasi kepada pihak berwenang.

*(Tim Redaksi)*

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *