*Bengkayang Kalbar,Kalbar.wartanewstv.com* — Kabar mengejutkan datang dari Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat. Direktur Utama perusahaan daerah air minum setempat dikabarkan terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan penyidik Ditreskrimsus Polda Kalbar.
Informasi penindakan tersebut mencuat pada Kamis, (1/10/2026). Yang membuat kasus ini menjadi sorotan, OTT tersebut diduga berkaitan dengan proses pemeriksaan atau audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Jika informasi tersebut nantinya dikonfirmasi penyidik, perkara ini bukan sekadar menyangkut pejabat perusahaan daerah, tetapi juga dugaan upaya memengaruhi proses pemeriksaan keuangan.
Namun, hingga sampai saat ini, Polda Kalbar belum membuka secara resmi identitas Dirut yang disebut diamankan maupun memastikan perusahaan daerah yang menjadi objek penindakan.
Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Bambang Suharyono, membenarkan bahwa penyidik Ditreskrimsus sedang melakukan pendalaman terhadap informasi tersebut.
“Masih dalam pendalaman oleh penyidik Ditreskrimsus,”kata
Bambang
dilansir, melalui detikkalimantan
Kamis, (1/10/2026).
Belum ada penjelasan resmi mengenai bagaimana penindakan dilakukan, di mana lokasi OTT berlangsung, siapa saja yang diamankan, maupun barang bukti apa yang ditemukan penyidik, mengenai perkara yang sedang didalami, Bambang belum memberikan keterangan lebih jauh.
“Nanti akan dikabari pada saat konpres,” ujarnya.
### Diduga Berkaitan dengan Audit BPK
Informasi yang beredar menyebut OTT tersebut diduga berkaitan dengan pemberian sesuatu yang ditujukan untuk memengaruhi proses pemeriksaan atau audit BPK terhadap perusahaan daerah tersebut.
Selain Dirut, sejumlah pihak internal perusahaan daerah juga disebut ikut diperiksa. Namun, sampai saat ini belum ada penjelasan resmi mengenai status hukum maupun peran masing-masing pihak.
Nama PDAM Bengkayang turut menjadi sorotan dalam informasi yang beredar. Meski demikian, penyebutan identitas perusahaan dan pihak-pihak yang terlibat masih menunggu konfirmasi resmi dari kepolisian.
### Publik Menunggu Keterangan Polda Kalbar
Kasus tersebut kini menjadi perhatian publik karena menyentuh dua hal sekaligus: dugaan tindak pidana korupsi dan proses audit lembaga pemeriksa keuangan negara.
Pertanyaan mengenai siapa yang diamankan, apa yang menjadi objek OTT, berapa barang bukti yang ditemukan, serta apakah benar penindakan berkaitan dengan audit BPK masih menunggu jawaban penyidik.
Polda Kalbar melalui Ditreskrimsus dijadwalkan memberikan keterangan resmi dalam konferensi pers.
Hingga konferensi pers digelar, seluruh informasi mengenai OTT tersebut masih harus ditempatkan sebagai dugaan. Pihak-pihak yang disebut dalam informasi yang beredar juga belum dapat dinyatakan bersalah sebelum adanya penetapan dan proses hukum lebih lanjut.(red)











