Berita  

DPD Apkasindo Kabupaten Melawi Punya Kepengurusan Baru, Bupati Tekankan Penguatan Petani dan Pencegahan Karhutla

Oplus_131072
banner 468x60

 

 

**MELAWI KALBAR,Kalbar.wartaNewsTV.COM** — Kepengurusan Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (DPD APKASINDO) Kabupaten Melawi periode 2025–2030 resmi dilantik,
Kamis, (24/9/2026).

Pelantikan yang berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Melawi tersebut tidak hanya menjadi agenda pergantian dan pengukuhan kepengurusan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat peran petani sawit dalam pembangunan ekonomi daerah serta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Workshop Sosialisasi Pencegahan Karhutla di Perkebunan Kelapa Sawit dan dihadiri Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa, jajaran Forkopimda, pengurus APKASINDO, perusahaan perkebunan, pengurus koperasi, serta sejumlah pemangku kepentingan sektor perkebunan.

Dalam sambutannya, Bupati Melawi mendorong kepengurusan baru APKASINDO agar tidak berhenti pada penguatan organisasi, tetapi mampu menghadirkan manfaat nyata bagi petani.

Menurut Bupati, APKASINDO memiliki peran penting sebagai wadah petani dalam membangun komunikasi, memperkuat kemitraan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta menyampaikan berbagai aspirasi petani kepada pemerintah dan pihak terkait.

“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni organisasi, tetapi merupakan momentum untuk memperkuat peran dan tanggung jawab APKASINDO dalam membangun kemitraan, meningkatkan kapasitas petani kelapa sawit, serta mendorong pengelolaan perkebunan yang produktif, berkelanjutan, dan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan,”ujar

Bupati.

Ia menilai sektor kelapa sawit memiliki posisi strategis dalam menggerakkan roda perekonomian Kabupaten Melawi. Aktivitas perkebunan tidak hanya berkaitan dengan produksi, tetapi juga menyentuh pendapatan masyarakat, lapangan pekerjaan dan aktivitas ekonomi di berbagai wilayah.

Karena itu, peningkatan kapasitas petani dinilai menjadi hal penting. Petani perlu terus mendapatkan penguatan pengetahuan mengenai pengelolaan perkebunan, pemanfaatan teknologi serta tata kelola perkebunan yang baik.

“Dengan kapasitas yang semakin kuat, petani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlanjutan usaha perkebunan,” katanya.

## Bupati : Jangan Tunggu Api Muncul

Selain penguatan petani, persoalan Karhutla menjadi perhatian serius dalam kegiatan tersebut.

Bupati menegaskan bahwa pencegahan Karhutla tidak boleh hanya dilakukan ketika kebakaran sudah terjadi. Upaya pencegahan harus dimulai dari tingkat tapak dengan meningkatkan kewaspadaan, edukasi dan kesiapsiagaan masyarakat maupun petani.

“Pencegahan Karhutla harus dimulai dari tingkat tapak melalui peningkatan kewaspadaan, edukasi kepada masyarakat dan petani, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi kebakaran. Jangan sampai kita baru bergerak ketika api sudah muncul,”tegasnya.

Menurutnya, Karhutla dapat menimbulkan dampak luas, mulai dari kesehatan masyarakat, pendidikan, perekonomian hingga terganggunya aktivitas transportasi.

Karena itu, Bupati mengajak perusahaan perkebunan, petani, kelompok masyarakat, pemerintah desa dan seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat komunikasi serta koordinasi dalam melakukan pencegahan.

“Apabila seluruh pihak memiliki komitmen yang sama, koordinasi yang baik, dan tindakan yang nyata, kita dapat menekan risiko Karhutla sekaligus meningkatkan kontribusi sektor perkebunan terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Melawi,” katanya.

## APKASINDO Siap Kawal Aspirasi Petani

Ketua DPD APKASINDO Kabupaten Melawi, Sopian Hadi,S.Sos.,M.Si menegaskan komitmen kepengurusan periode 2025–2030 untuk memperjuangkan kepentingan petani kelapa sawit.

LAPKASINDO, kata Sopian, akan menjadi wadah bagi petani dalam menyampaikan berbagai aspirasi sekaligus membangun komunikasi dengan pemerintah maupun pihak-pihak terkait.

Ia juga mengajak seluruh petani sawit untuk mengambil bagian dalam upaya pencegahan Karhutla.

Menurutnya, keterlibatan petani sejak tahap pencegahan menjadi bagian penting untuk melindungi lahan perkebunan dan lingkungan di sekitar areal perkebunan.

Sementara itu, Ketua DPW APKASINDO Kalimantan Barat, Indra Rustandi, menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dari keluarga petani sawit.

Salah satu dukungan yang diberikan melalui program beasiswa pendidikan, bagi anak-anak petani kelapa sawit. Indra menyebut sekitar 40 penerima beasiswa dari Kabupaten Melawi telah memperoleh dukungan pendidikan melalui program tersebut.

Selain pendidikan, persoalan pemasaran Tandan Buah Segar (TBS) juga menjadi perhatian. Sebagian petani masih menghadapi tantangan pemasaran akibat adanya pembatasan kuota penerimaan di sejumlah pabrik.

Menurut Indra, persoalan tersebut membutuhkan komunikasi dan sinergi antara organisasi petani, pemerintah, perusahaan perkebunan dan seluruh pemangku kepentingan.

## 150 Peserta Hadiri Pelantikan dan Workshop

Ketua Panitia Pelaksana, Mambang Gusmadi, melaporkan kegiatan pelantikan dan workshop diikuti sekitar 150 peserta.

Peserta terdiri atas unsur pengurus dan panitia, dewan pembina, dewan penasihat, dewan pakar, narasumber, Forkopimda, BUMN/BUMD/perusahaan, pengurus koperasi serta undangan lainnya.

“Kegiatan ini menjadi momentum untuk pengukuhan dan pelantikan kepengurusan, memperkuat kelembagaan dan solidaritas organisasi, serta meningkatkan pemahaman mengenai risiko Karhutla di perkebunan, mulai dari deteksi dini, kewaspadaan dan kesiapsiagaan hingga penanganan awal,”ujar Mambang.

Panitia menyampaikan, kegiatan tersebut didukung anggaran sebesar Rp35 juta yang bersumber dari swadaya dan dukungan organisasi serta panitia pelaksana, perusahaan perkebunan kelapa sawit dan para pemangku kepentingan lainnya yang tidak mengikat.

Workshop menghadirkan narasumber dari DPP APKASINDO, Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalimantan Barat, PT Prasetya Dwidaya, BPBD Kabupaten Melawi serta PT Prasetya Dwidarma.

Pelantikan dan workshop tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi kepengurusan,DPD APKASINDO Kabupaten Melawi periode 2025–2030 untuk memperkuat konsolidasi organisasi, mengawal aspirasi petani, meningkatkan kapasitas petani serta membangun kemitraan dengan pemerintah, perusahaan dan pemangku kepentingan sektor perkebunan.

Bupati Melawi kemudian mengucapkan selamat, kepada seluruh pengurus DPD APKASINDO Kabupaten Melawi periode 2025–2030 yang telah dilantik.

Ia berharap kepengurusan baru mampu menjalankan amanah organisasi serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan petani kelapa sawit dan masyarakat Kabupaten Melawi.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Melawi secara resmi membuka Workshop Sosialisasi Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Perkebunan Kelapa Sawit.

**(Mus)**

banner 325x300
banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *